Jenjang Karir Designer di Indonesia

Blog / 31 Oktober 2019

Sebuah Ilustrasi

Gilang (bukan nama sebenarnya) baru saja masuk ke sebuah perusahaan IT Consultant sebagai Designer. Saat hari pertama masuk kerja, CEO-nya mengajak private meeting.

“Gilang, perusahaan kita sekarang akan invest di desain. Sebelumnya kami memang fokus ke sisi teknologi, namun banyak klien yang mengeluhkan kalo tampilan aplikasi yang kita buat kurang bagus dan cara pakainya kurang nyaman buat user mereka.”

“Nah” sambung CEO, “Tolong bantu bentuk tim ya. Nanti kamu kirim plan-nya ke saya.”

Gilang kemudian menyusun strategi, namun menemukan kebingungan:

  1. Saya sebelum masuk perusahaan ini awalnya bekerja seorang diri. Apa saja bisa saya kerjakan.
  2. Posisi apa saja yang harus saya rekrut?
  3. Job level seperti apa yang harus saya rekrut?
  4. Bagaimana struktur organisasinya agar sesuai dengan kebutuhan dan pola kerja perusahaan?

Latar Belakang

Beberapa minggu lalu, Tim Giza melakukan survey berjudul “UI/UX Career Survey” di komunitas UX Indonesia. Survey ini berawal dari sejumlah pertanyaan beberapa kolega di komunitas tentang bagaimana hierarki desainer di dalam struktur organisasi perusahaan dan bagaimana jenjang karir desainer di perusahaan-perusahaan tersebut. Mengapa suatu perusahaan membutuhkan orang dengan posisi tersebut? Siapa report ke siapa? Dan sebagainya.

Topik ini memang jarang diangkat dalam diskusi desain, namun saat perusahaan menambah orang ke dalamnya, hal ini mulai jadi dapat perhatian.

Survey ini diisi oleh responden dari berbagai industri di Indonesia. Termasuk di dalamnya perusahaan decacorn, unicorn, perusahaan startup, Product Design Agency dan IT Consultants.

Tujuan

Tujuan dari survey ini adalah untuk mempelajari gambaran umum tentang bagaimana desainer masuk ke dalam struktur organisasi perusahaan di Indonesia.

Ruang Lingkup

Kami melakukan survey ini dengan beberapa titik batasan:

  1. Desain yang dimaksud pada survey ini adalah UX dan UI Design khususnya produk digital.
  2. Survey ini disebar utamanya di komunitas UX di Indonesia yang sebagian besar mengerjakan produk digital.

Level-Level Designer

Setelah mendapatkan 55 responden selama 1 minggu, kami kemudian memutuskan bahwa sample ini kami rasa cukup dan berikutnya akan kami olah.

Hal yang cukup menarik adalah, bagaimana tanggung jawab suatu jabatan (titel) di satu perusahaan bisa berbeda level di perusahaan lain. Inilah yang cukup memakan waktu dan pikiran sampai rasa-rasanya kami mulai perlu obat sakit kepala, (insert emoticon ketawa).

Nah, Inilah hasil kami mempelajari dan melihat pattern dari jawaban-jawaban survey.

Disclaimer: Tidak ada aturan baku bagaimana perusahaan menggunakan dan menginterpretasikan peran-peran ini ke dalam struktur mereka.

Nah, Inilah hasil kami mempelajari dan melihat pattern dari jawaban-jawaban survey.

Designer Level in Structure Table

Pembagian level ini mengambil pola dari beberapa situs Pencarian Lowongan Kerja di Indonesia.

Semakin meningkatnya jumlah dan kompleksitas pekerjaan, biasanya berbanding lurus dengan jumlah karyawan yang harus direkrut.

Tim Desain Berdasarkan Ukuran Timnya

Istilah-istilah tim ini inisiasi dari kami saja. Bukan standar baku industri.

One-Man Team

Image of one man team

Jumlah Tim: 1 orang 

Struktur: UX/UI Designer, hanya Designer saja.

Tipe Perusahaan Yang Membutuhkan: Perusahaan yang mulai melihat value pada desain, Design Freelancer, Product-based Company pada fase early-startup.

Pada posisi ini, orang dengan titel desainer bisa berperan sebagai member sekaligus pemimpinnya. Tanggungjawabnya cukup luas karena hampir semua peran di bidang desain ini diurus sendiri mulai dari Task Management, Research, Ideation, Prototyping hingga Validation.

Lean Team

Lean Team Illustration

Jumlah Tim: antara 2-10 orang 

Struktur: Junior/Designer -> Senior -> Lead Designer.

Tipe Perusahaan Yang Membutuhkan: Sudah mengerti value desain, IT Consultant, Design Agency, Product Based Company

  • Ketika perusahaan yang telah memiliki sejumlah desainer, maka mulai perlu struktur untuk mempermudah alur kerja dan menentukan tanggung jawab.
  • Untuk jabatan koordinator atau pemimpin, di struktur kecil ini perusahaan bisa saja menggunakan istilah Senior, Lead, Principal atau bahkan Head of Design jika setelah dipertimbangkan maknanya mewakili kebutuhan perusahaan.
  • Mulai di tahap senior, ada dua objektif yang harus dijaga dalam struktur tim: Kualitas desain (Key person for specialist) dan people management (key person for management). Pada lean team, kedua objektif ini biasanya dipegang oleh satu orang yang sama.

Big Team

Big Team Structure

Jumlah Tim: Lebih banyak dari Lean Team

Struktur: Junior/Designer – Senior – Design Lead – Principal – Head of Design/VP of Design

Perusahaan Yang Menggunakan: Product Based Company

  • Semakin besar jumlah desainer di perusahaan, tentunya strukturnya pun semakin kompleks.
  • Biasanya dengan kondisi seperti ini, sudah mulai dibutuhkan pemisahan tanggung jawab untuk Key Person of Specialist & Key Person of Management.
  • Ada perusahaan yang menggunakan istilah Lead, Principal Designer atau Head of Design untuk Key Person for Specialist. Sedangkan untuk managerial, istilah yang digunakan biasanya adalah Design Manager, Vice President, lagi-lagi Head of Design bisa saja digunakan untuk peran managerial ini. Sekali lagi, tergantung dari kebijakan perusahaan. 

Key takeaway

  • Semakin besar dan panjang birokrasinya, semakin diperlukan pengelompokan dengan leader & manager masing-masing untuk menjembatani leadership paling atas ke tim paling bawah dalam struktur.
  • Apabila diperhatikan posisi senior, lead dan semakin ke atas, terdapat persyaratan untuk bisa memberikan fasilitasi, menjadi coach atau mentor bagi posisi-posisi dibawahnya.
  • Pada perusahaan dengan struktur tim atau jenjang karir yang panjang, kata yang mewakili adalah DEEP. Teman-teman dituntut untuk menguasai satu fokus bidang dengan sangat baik diluar pemahaman dan knowledge tentang HCD.
  • Pada perusahaan dengan struktur tim yang lean, kata yang mewakili adalah WIDE. Disini teman-teman dituntut untuk menguasai banyak banyak bidang seperti design, research dan management.
  • Apabila ingin mempelajari banyak lingkup kerja, teman-teman bisa mencoba bekerja di perusahaan yang masih berkembang atau bisa juga switch position di dalam perusahaan besar. Misalkan: dari researcher menjadi designer. Atau pun dari specialist menjadi managerial.

Demikian bahasan tentang struktur tim desain dan bagaimana hubungannya dengan jenjang karir. Bagaimana pendapat teman-teman?

Share to

Ready to involve us to your project?